Penghargaan bagi Keterbatasan (Menunggu Sahutan di Kala Pagi Menjelang) #GSB PART 1

Sunyinya malam membuat tentram. Cerahnya pagi membuatku mandiri. Ya, hari ini adalah penghargaan bagi keterbatasan diri. Bermula dari niat yang seadanya bahkan hanya ingin mencari kesibukan karena sesuatu hal.

Gerakan Suka Baca. Entah kenapa sore itu otak berpikir agar membuat sesuatu yang bisa bermanfaat bagi sekitar. Tanpa survey dengan yakinnya tercetuslah nama Gerakan Suka Baca. Padahal, keyword itu sudah sangat banyak dalam search engine.

Waktu terus berjalan, hingga akhirnya tangan ini jahil untuk membuat sebuah poster, pamflet, flyer. Ah… apalah namanya itu dalam versi digital agar bisa dengan mudah disebarluaskan di sosial media. Dengan keterbatasan ide kreatif dalam mendesain yang ala kadarnya. Saya hanya memikirkan “Bagaimana caranya supaya pas orang baca langsung tertarik?”. Yap, sepengetahuan saya, manusia sangat menyukai ragam warna. Maka jadilah beberapa poster, pamflet atau apalah itu dalam bentuk digital yang penuh dengan warna.

***
Respon demi respon terus berdatangan. Baik dukungan maupun saran yang terkadang membuat hati kecil sungkan untuk meneruskan. Namun, semangat-semangat itu kembali muncul ketika saya menjadi saksi bahwa “masih ada loh orang yang baik”.

Siapa sangka orang-orang yang tidak saya kenal sebelumnya tiba-tiba mengirimkan paketan buku, iqra, alat tulis dan lainnya. Selain itu siapa sangka ketika saya menyerah karena selalu gagal dalam pengajuan proposal dan izin peminjaman tempat kegiatan, tiba-tiba ada seorang teman yang menawarkan tempat untuk kegiatan dan sangat mendukung secara penuh sampai memberi CP yang harus dihubungi. Lelah karena pekerjaan, sindiran karena almamater LULUSAN, putus asa karena beberapa panti asuhan dan yayasan tak kunjung memberi kepastian membuat saya sangat drop pada saat itu.

Saya pun sulit untuk semangat dan optimis, tapi saya memberanikan diri untuk menghubungi CP tempat tersebut bahkan saya sampai mendatangi tempat tersebut untuk memberi surat izin serta penjelasan kegiatan. Hujan, Sinta dan Ika yang menemani dan terus memberi saya keyakinan bahwa tempat ini akan memberikan jawaban IYA!

Pada titik itulah saya merasa bahwa Semesta Ikut Mendukung!
***

Hingga pada akhirnya hari ini. Minggu, 16 Oktober 2016 semua rencana yang saya khayalkan berubah menjadi nyata bahkan melebihi ekspektasi. Tanggal dan hari yang saya buat sebab keisengan semata karena saya sudah malas mengedit poster yang sudah jadi, rasanya menjadi tanggal keberuntungan serta pembuktian bahwa ucapan akan sangat bisa menjadi kenyataan.
Rasanya masih seperti mimpi. Bagaimana tidak? Target siswa 10 orang saja saya tidak yakin, karena sampai tanggal terakhir pendaftaran baru ada 5 siswa yang mendaftar. Namun, dengan kekuatan kepercayaan dan bantuan dari teman saya Joko, maka hadirlah 15 malaikat yang berkerumun dalam satu tempat yaitu Sekolah Master Depok.

Terharu pastinya, meskipun berjuang di tengah kemacetan dan harus ribet bawa barang-barang dan kardus kardus besar berisi buku. Rasanya semua lelah hilang karena sambutan hangat para malaikat kecil yang tulus serta dukungan teman-teman dalam hal waktu dan tenaga. J’ref, Teman Kampus, Indri, Mba Dwi dan Hary, Joko dan Rahmat. Mereka adalah best thing I ever had. Sulit untuk dideskripsikan. Namun, mereka selalu hadir memberi pencerahan.

***
Bertemu dengan adik kecil yang berasal dari beragam background memberikan kami pelajaran untuk lebih mensyukuri hidup. Anak TKI, anak pemulung, anak tukang parkir, anak pedagang asongan, anak buruh cuci mereka mempunyai hak yang sama dalam hidup.

Semangat belajar mereka yang tinggi membuat kami malu untuk melihat “ke atas”. Kelihaian mereka mengaji dan tersenyum dalam keterbatasan seolah “menyentil” kami agar lebih memperbaiki diri 🍃

Sangat beruntung dipertemukan Tuhan dengan kalian. Dika, Ajahar, Danang, Cahya, Pito, Nabil, Iam, Adit, Aisyah, Butet, Safira, Puja, Okta, Affan, Andra. Terima kasih untuk perkenalan dan kesan yang telah kalian berikan hari ini.

Berusaha bermanfaat bagi orang lain bukan hanya milik alumni Universitas ternama. Berbuat baik adalah hak semua manusia :):):)

To be continued…

-Bricks 161016-

Advertisements

(Saat) Bintang Sudah Tak Berkelip ☺

Kurang lebih delapan tahun ku mengagumimu

Kurang lebih delapan tahun ku sedikit mengetahui kebiasaanmu dulu

Caramu berjalan…

Caramu memimpin kelas…

Bahkan caramu berpakaian

Jumlah celana loreng dan baju belang garis-garismu yang sering kau gunakan

Aku tau jenis tas, jenis sepatu, dan jenis parfum yang sering kau kenakan
***

Berkatmu, aku dapat berpikir positif

Berkatmu, aku jadi cerdas mengetahui tentang teknologi

Berkatmu, aku dapat menjadi air di ladang yang kering

Berkatmu, aku sempat merasakan kagum dalam diam

***

Kepiawaianmu dalam segala hal membuat orang mudah memujimu

Wibawa dan ketenangan pribadimu bagaikan embun yang menyejukan pagi

Kebaikanmu membuat orang mudah untuk tertegun

Parasmu bagai malaikat yang memberi kenyamanan bagi setiap insan

***

Darimu aku banyak belajar bahwa kebaikan akan berbuah manis

Darimu aku banyak belajar selalu tersenyum dan tidak selalu mengeluh

Darimu aku bisa tau cara mencurahkan isi hati dengan elegan

Darimu aku bisa tau bahwa seberat apapun beban, senyuman akan membuat ringan

***

Nyatanya kau dan aku sangat berbeda

Nyatanya aku tau bahwa kesenjangan sosial itu nyata

Berhenti merindu… Berhenti mengagumi

Kubiarkan kau mengayuh dengan musimmu

***

Aku hanyalah daun tanpa ranting yang sering berguguran di musim kemarau

Dirimu bagaikan pohon yang kokoh dengan akar yang kuat

Taman Pleomus sudah kembali bercahaya

Meski dewa Zeus terus bergumam tentangmu

Namun, Gerbang Madriva tetap terkunci

Selamat malam Tuan Kinematika. Pemberi hangat ketika bercengkrama. Pengajar logis bagi alam semesta :):):)

-Renita-

Salam Rindu. Terima Kasih Tiga Pengantin yang Sulit Kusebut Namanya :)

Waktu berjalan begitu cepat. Belajarlah untuk mandiri dan berjuang sendiri karena waktu akan mengubah segalanya…

Ya, ketika keadaan sudah berubah, ketika keadaan sudah tak lagi sama, ketika manusia-manusia terdekat sudah memiliki hidup masing-masing. Dulu, mungkin saya bebas untuk “mengganggu” entah untuk meminta saran, entah untuk meminta bantuan, entah untuk sekadar merengek karena masalah yang gak karuan. Continue reading

(Deskripsi) Lelaki Muda yang Biasa Kupanggil Adik 💗

Senyumnya harus dipancing
Tapi suka membuat tawa orang hingga bergeming

Pembawaannya dingin
Tapi jika sudah kenal akan menyejukkan seperti beringin

Bicaranya singkat
Namun siapa tahu hatinya semanis coklat

***
He is my boy. My Cowboy! Muhammad Rifai. Saudara inti satu-satunya yang tersisa. Mungkin ambu sudah lelah untuk melahirkan setelah dia hadir.

Anugerah… meskipun kadang menyebalkan, dia adalah sosok yang tampan. Meskipun masih belum mapan. Dia selalu berusaha menjadi yang terdepan.

Continue reading

Ketika Kegagalan Sebanding Lapisan Coklat Tango 😂😂

Guratan… Pelik… Menisik… Jauh engkau berbisik…

Ada manusia yang mengangungkan. Ada manusia yang menjatuhkan. Ada manusia yang menetralkan.
Sok pake rima. Ya, pake aja biar indah didengernya 😂😂😂

Mengapa harus ada perbandingan atau perumpamaan dalam hidup?
Mengapa harus ada “ibarat” pada sebuah masalah?
Meskipun saya pernah menggunakan bahkan sering. Ya, begitulah anak sastra. Terlalu memuji kata-kata. Sampai kadang bingung menerka. Continue reading

Ketika Kegagalan Sebanding Lapisan Coklat Tango 😂😂

Guratan… Pelik… Menisik… Jauh engkau berbisik…

Ada manusia yang mengangungkan. Ada manusia yang menjatuhkan. Ada manusia yang menetralkan.
Sok pake rima. Ya, pake aja biar indah didengernya 😂😂😂

Mengapa harus ada perbandingan atau perumpamaan dalam hidup?
Mengapa harus ada “ibarat” pada sebuah masalah?
Meskipun saya pernah menggunakan bahkan sering. Ya, begitulah anak sastra. Terlalu memuji kata-kata. Sampai kadang bingung menerka. Continue reading

Efek Samping. Ketika Ayah Pergi 😇

Selamat pagi tuan. Hari-hari berlalu semakin cepat sekarang. Manusia juga semakin individualis. Apalagi semenjak perkembangan teknologi yang tak kunjung habisnya. Manusia pintar sekarang sangat banyak loh. Apakah tuan disana baik-baik saja? Aku rasa iya, karena tuan sudah kembali di dekapan-Nya 😇😇

***
Ditinggal seseorang yang kita kenal sangat menyedihkan. Apalagi seseorang yang kita kenal sampai hal mendetail. Tidak hanya kita sayang, tapi kenal bagaimana dia makan, bagaimana dia berjalan, bagaimana dia tidur, bagaimana dia batuk, bagaimana dia menguap, bagaimana dia memakai pakaian, dan lainnya hingga hal paling mendetail.
Mereka menyebutnya orangtua. Menurut saya lebih cocok menyembutnya sebagai “Kawan Tanpa Batas“. Ya, segala aktivitas dilakukan bersama di atap yang sama.
Continue reading