Salam Rindu. Terima Kasih Tiga Pengantin yang Sulit Kusebut Namanya :)

Waktu berjalan begitu cepat. Belajarlah untuk mandiri dan berjuang sendiri karena waktu akan mengubah segalanya…

Ya, ketika keadaan sudah berubah, ketika keadaan sudah tak lagi sama, ketika manusia-manusia terdekat sudah memiliki hidup masing-masing. Dulu, mungkin saya bebas untuk “mengganggu” entah untuk meminta saran, entah untuk meminta bantuan, entah untuk sekadar merengek karena masalah yang gak karuan. Continue reading

(Deskripsi) Lelaki Muda yang Biasa Kupanggil Adik 💗

Senyumnya harus dipancing
Tapi suka membuat tawa orang hingga bergeming

Pembawaannya dingin
Tapi jika sudah kenal akan menyejukkan seperti beringin

Bicaranya singkat
Namun siapa tahu hatinya semanis coklat

***
He is my boy. My Cowboy! Muhammad Rifai. Saudara inti satu-satunya yang tersisa. Mungkin ambu sudah lelah untuk melahirkan setelah dia hadir.

Anugerah… meskipun kadang menyebalkan, dia adalah sosok yang tampan. Meskipun masih belum mapan. Dia selalu berusaha menjadi yang terdepan.

Continue reading

Ketika Kegagalan Sebanding Lapisan Coklat Tango 😂😂

Guratan… Pelik… Menisik… Jauh engkau berbisik…

Ada manusia yang mengangungkan. Ada manusia yang menjatuhkan. Ada manusia yang menetralkan.
Sok pake rima. Ya, pake aja biar indah didengernya 😂😂😂

Mengapa harus ada perbandingan atau perumpamaan dalam hidup?
Mengapa harus ada “ibarat” pada sebuah masalah?
Meskipun saya pernah menggunakan bahkan sering. Ya, begitulah anak sastra. Terlalu memuji kata-kata. Sampai kadang bingung menerka. Continue reading

Ketika Kegagalan Sebanding Lapisan Coklat Tango 😂😂

Guratan… Pelik… Menisik… Jauh engkau berbisik…

Ada manusia yang mengangungkan. Ada manusia yang menjatuhkan. Ada manusia yang menetralkan.
Sok pake rima. Ya, pake aja biar indah didengernya 😂😂😂

Mengapa harus ada perbandingan atau perumpamaan dalam hidup?
Mengapa harus ada “ibarat” pada sebuah masalah?
Meskipun saya pernah menggunakan bahkan sering. Ya, begitulah anak sastra. Terlalu memuji kata-kata. Sampai kadang bingung menerka. Continue reading

Efek Samping. Ketika Ayah Pergi 😇

Selamat pagi tuan. Hari-hari berlalu semakin cepat sekarang. Manusia juga semakin individualis. Apalagi semenjak perkembangan teknologi yang tak kunjung habisnya. Manusia pintar sekarang sangat banyak loh. Apakah tuan disana baik-baik saja? Aku rasa iya, karena tuan sudah kembali di dekapan-Nya 😇😇

***
Ditinggal seseorang yang kita kenal sangat menyedihkan. Apalagi seseorang yang kita kenal sampai hal mendetail. Tidak hanya kita sayang, tapi kenal bagaimana dia makan, bagaimana dia berjalan, bagaimana dia tidur, bagaimana dia batuk, bagaimana dia menguap, bagaimana dia memakai pakaian, dan lainnya hingga hal paling mendetail.
Mereka menyebutnya orangtua. Menurut saya lebih cocok menyembutnya sebagai “Kawan Tanpa Batas“. Ya, segala aktivitas dilakukan bersama di atap yang sama.
Continue reading

(Imaji) Sebab Pertanyaan yang Belum Bisa Terjawab 👰👰💐

Entah masalah usia. Entah masalah waktu. Entah memang takdir dimensi harus mengalir seperti itu. Hmm.. mau coba nulis lagi pake bahasa santai. Kalo kata Caw sih monolo(g). Wkwk, tulisan ini terinspirasi oleh obrolan harian di salah satu grup WA yang paling seru yaitu J’Ref 😂😂😂

IMHO.. kayanya karena faktor media juga yang zaman sekarang selalu membombardir dan mengaitkan sesuatu dengan ASMARA. Dikit-dikit bahas jodoh. Dikit-dikit buat kutipan atau meme yang nyerempet soal jodoh. Emang gak ada yang lebih keren atau yang lebih laku ya buat dibahas selain jodoh? Wahahaha.
Gini loh, semenjak media mendukung. Gua merasa remaja usia tanggung makin gak jelas arah tujuannya. Ya termasuk diri sendiri sih, bahkan suka like atau share postingan soal jodoh. Ahaha, ya abis gimana? Saking empetnya sama ekspektasi manusia di sekitar kok kayanya seperti ada tekanan secara tidak langsung untuk ikut memikirkan sosok yang bernama jodoh itu. Wkwkwkwkwkwk 😂😂😂 Continue reading

Pengobat Lara? Ya, Keluarga Inti (Tribute to Ambu) ;)

Manusia seringkali berada di titik terendah menurut persepsi masing-masing. Masa depan? Karir? Pendidikan? Asmara? Ya intinya ada titik dimana harapan manusia tidak sesuai kenyataan.

Merasa runtuh seruntuh-runtuhnya. Merasa tidak didengar oleh setiap pihak. Merasa tidak didukung atas semua alasan. Penerimaan dalam kekecewaan memang tidak bisa instan. Bahkan butuh beberapa waktu untuk meluapkan. Entah secara santun, diam, bahkan mengancam 😂😂 Continue reading