Do it ’til your fingers’ bleeding 🍂

Harusnya kamu sadar

Tidak ada yang bertahan selamanya

Sekeras apapun usahamu

Sekeras apapun doamu

🚀🚀🚀🚀🚀

Harusnya kamu sadar

Penindasan itu tidak baik

Ancaman itu sangat mengganggu

Meski kuatnya posisimu

🚀🚀🚀🚀🚀

Harusnya kamu sadar

Totalitas akan membawa kualitas

Kebaikan akan membawa kedamaian

Mengocehlah sepuasmu

🚀🚀🚀🚀🚀

Harusnya kamu sadar

Pilihan katamu sangat menyakitkan

Nada tinggimu terlalu sering berkumandang

Amarahmu selalu menghasilkan air mata

🚀🚀🚀🚀🚀

Harusnya kamu sadar

Ada orang yang selalu berdoa dibelakangmu

Mendoakanmu agar bisa selembut salju

Mendoakanmu agar lebih menghargai proses dibanding hasil

Mendoakanmu agar lebih baik dan sejahtera

🚀🚀🚀🚀🚀

Harusnya kamu sadar

Mereka tidak akan selamanya disini

Mereka bisa saja pergi

Untuk mengejar mimpi yang kau batasi

Untuk mencari ruang yang tidak kau halangi

I am not afraid to keep on living

I am not afraid to walk this world alone

Re

171017

Advertisements

Tujuan Hidup (?)

Sudah lama tidak menulis. Sudah lama tidak berimajinasi. Sudah lama tidak “mampir” ke makam dan fly over. Sudah lama tidak menyapa pohon, langit, dan daun.

Hai daun, tujuan hidup itu sebenarnya untuk apa sih? Harus memprioritaskan siapa sih? Hidup itu untuk mengendalikan, mencapai, atau dikendalikan? 😂😂

Idealis di zaman sekarang sepertinya banyak menimbulkan pro dan kontra ya. Apalagi jika itu adalah sebuah topik yang “sensitif” untuk di bahas. Bertemu banyak orang dari berbagai kalangan, memberi pelajaran bahwa memilih topik pembicaraan itu memang penting 😉

Hai daun, sebetulnya “omongan orang” itu siapa yang menciptakan sih? Sepertinya lebih bahaya dari hama ataupun gulma 😂😂

Betul sih tergantung pribadi masing-masing orang. Ada yang menghiraukan, ada pula yang tidak menghiraukan.
Hai daun, sebenarnya bosan sih mengangkat topik percintaan dan pernikahan… tapi sepertinya asik juga mencari referensi dari berbagai tipe manusia.

Mendengar pandangan mereka dan sebagian besar dari mereka masih menganggap bahwa pernikahan adalah jalan pintas mereka menyelesaikan masalah hidup. Seperti keuangan, beban pekerjaan, dan masalah gengsi 😂😂

Hai daun, sepertinya sekarang menikah itu adalah cita-cita yang sedang naik pamor loh. Bahkan orang lebih banyak bergumam tentang pernikahan daripada bergumam caranya masuk fakultas Kedokteran 😂😂
Tapi betul juga sih, memang manusia itu butuh pasangan. Ya, suami atau istri itu kan teman hidup yang akan berdampingan selamanya. Jadi setidaknya visi dan misi hidup bisa dilalui bersama. Contoh gampangnya sih ketika capek kerja, tinggal cerita aja sama pasangan. Selain dikasih solusi, akan ada ketenangan juga disitu.



Hai daun, tapi kan gak harus ya diburu buru gitu? Gak harus kan ya dikasih deadline gitu? Si A udah nikah loh kamu kapan? Si B udah punya anak loh kamu kapan? 😂😂

Kenapa ya sekarang tuh banyak orang jail (eh dari dulu deh), apalagi keluarga besar. Lagian kan kalau nikah buru-buru pasti ngerepotin mereka. Mereka jadi bolak bailk ke rumah ngurus acara, keluar bensin, capek nyetir kendaraan, terus nanti bobonya jadi kurang, besoknya izin kerja, dipecat deh wkwk 😂😂
Tapi, ya pasti menurut mereka baik. Memang ini adalah fase yang sudah tidak bisa dihindari. Secerdas apapun sembunyi, setinggi apapun gelar yang kamu cari, sebesar apapun gaji yang kau dapati, sebanyak apapun investasi yang kau punyai, fase ini akan terus menghantui 😂😂

Hai daun, jika kau mendengar. Tolong sapa Aku dengan wangimu. Seperti wangi setelah kau disapa embun pagi hari 🍀🍀

Re

141017

“Nikmatin Aja” (Nikmat yang sebenarnya gak nikmat) 😂😂

Pernah cerita sama temen ketika kondisi terpuruk, baper, dan sebagainya?

Pernah gak sih Mereka bilang, “Udah, nikmatin aja. Namanya juga idup.”

***

Yap, percakapan grup jerapah emang penuh dinamika. Serunya, ada aja hal yang bisa dibahas sehingga saling tahu pemikiran sesungguhnya satu sama lain.

IMHO… Nikmatin aja atau jalanin aja itu adalah kata yang menunjukkan basa basi setelah Maaf, terima kasih, apa kabar, dan cie (tambahan dari Mutia) wkwk 😂😂

Menjelang umur seperempat abad, emang bener ya topik yang selalu jadi perbincangan awet tuh adalah jodoh dan nikah.

Kenapa ya? Bukan mainstream sih. Tapi, ya udah masanya aja. Kalem wkwk 😂😂

***

Terus Kita harus buru-buru nikah gitu? Haha, gak juga sih. Justru penasaran aja kenapa ya orang itu hobi banget mendesak? Padahal orang yang didesak biasa aja loh menghadapinya. Tapi, karena adanya desakan ya pasti orang akan terdesak 😂😂😂

Berusaha supel, udah

Berusaha baik, udah

Memperhatikan penampilan, juga udah


Belum nikah juga? Ya, takdirnya gitu masa mau dipaksa? Terus harus marah sama alam semesta gitu? KENAPA YA ORANG GAK MELIHAT ITU? Wkwk 😂😂

Lagian esensi kondangan juga kan udah hilang. Yap, IMHO semakin kesini orang-orang kayanya semakin gak tulus buat kondangan deh.

Kondangan? Yakin bahagia ngeliat temennya nikah? Apa bahagia karena bisa dapet spot foto di pelaminan terus bisa bikin caption foto yang bagus?

Atau

Kondangan cuma buat nyinyirin temen yang gak punya partner kondangan? (Kata Mutia) wkwk 😂😂

Wkwk, Sayapun juga seperti itu. Ya meskipun gak semua orang kaya gini. Cuma kalau saya pribadi kadang juga kondangan hanya sekadar menuntaskan kewajiban untuk bertamu. Lumayan lah silaturahim sambil makan enak dan dapet foto bagus 😂😂😂

Tapi, emang partner kondangan tuh harus banget ya? Kok kesannya kaya sedih banget gitu ya kalo gak ada partner?

Masa iya sih sekolah 12 tahun ditambah kuliah 8 semester gak punya satu temenpun yang bisa diajak buat kondangan? wkwk 😂😂

Jadi, gak perlu perlu banget sih sebenernya “haus” akan keberadaan partner dalam arti sesungguhnya wkwk 😂😂

***

Sebenernya gak cuma kondangan sih yang esensinya sudah hilang. Wisuda, lamaran, lahiran. Ya, itulah hebatnya media.

Semua orang berlomba mencari yang terbaik. Meskipun kebahagiaan hanya nampak dalam media. Bener gak tuh?

Eh, gak gitu juga sih. Media juga penolong kok. Kalau misalnya properti mendukung pasti semangat dan aura bahagia orang itu akan terlihat dengan sendirinya loh.

Ya, sekarang siapa sih yang gak mau dikasih kejutan so sweet ala ala gitu. Liat aja Raisa sama Hamish contohnya. Kalo persiapannya aja semateng itu, ya sayang kali kalo gak diabadikan dalam media 😂😂

***

Terus, nyambungnya apa sih postingan ini sama judul? Ya, gak ada sih. Cuma mau ngasih tau aja “Nikmatin Aja” gak semudah pengucapan. Susah loh bener-bener nikmatin.

Gagal dapet PTN. Ya, butuh waktu beberapa tahun buat bener-bener nikmatin bahkan berusaha coba lagi. Sampai akhirnya sadar bahwa faedah gagal itu ternyata positif juga. Ya intinya emang semua ada hikmahnya sih 😂😂

Gagal jadi novelis. Ya, kalo ini emang karena nulisnya gak rajin jadinya gak punya karakter. Sampai sekarang masih butuh waktu buat bener-bener nikmatin. Sampai akhirnya sadar bahwa hobi nulis bukan cuma bisa jadi novelis. Ya, liat aja netizen sekarang nulis apa aja juga bisa viral. Wkwk, jadi gak papa lah gagal jadi novelis yang penting masih bisa jadi pembaca yang eksis. Kalem 😂😂

Gagal jadi penyiar radio. Ya, kalo inimah emang udah nasib. Haha, susah sih buat bener bener nikmatin sampe sekarang. Masih iri aja kenapa saya gak jago berbahasa Inggris kaya penyiar penyiar itu. Tapi, seenggaknya udah bisa jadi MC di acara-acara kecil sudah cukup mewakilkan lah wkwk 😂😂

***

Tapi, bener juga sih seenggaknya petuah “Nikmatin aja” itu bisa jadi penyejuk hati orang. Ya, daripada setres mending nikmatin aja wkwk 😂😂

Bedanya, ada orang yang nikmatin aja dengan cara diem. Ada juga orang yang nikmatin aja-nya dengan cara caper nulis di blog. Wahahaha 😂😂😂

 -Re-

Juni 2017

Against the Sun ⌚

Ber

Berla

Berlawa

Berlawanan

****

Terhimpit. Denyut nadi seakan berhenti berdetak. Entah perjalanan ini sudah sampai level ke berapa. Ya, sepertinya Aku merasa sudah sering melawan “Raja”.

Sesaat tenang…

Namun, badai datang dengan mudah menggoncang. Asaku seakan runtuh, karena telingaku terlalu berfungsi baik tanpa menyaring.

***

Mencoba tidak mendengarkan kata orang lain. Namun, pasti ada hal yang harus mempertimbangkan saran orang lain bahkan terpaksa mengikuti keinginan orang lain. Yap, dengan alasan:

1. Tidak ingin membuatnya bersedih

2. Tidak ingin dimusuhi

3. Tidak ingin berdebat

Dan sebagainya…

***

Peranku, Peranmu, dan Perannya bukannya memang berbeda? Mengapa Kau memaksakan orang lain agar masuk ke dalam ceritamu?

Seorang pendiam kau paksa dengan liar agar menjadi periang dan superaktif? Pembunuhan Karakter!

Apakah Kamu tidak pernah diajarkan sopan santun? Bisakah menghargai sedikit saja karakter seseorang? Seorang pendiam juga tidak mau lahir sebagai seorang pendiam.

***

U

Usi

Usia

Deadline akan tetap menjadi deadline. Ada idealisme yang tidak dapat dipaksakan karena usia.

Ya, bunga yang merekah jika takdirnya harus layu pun akan tetap layu sebagaimana rajin disiram air.

Setidaknya tuntutan itu masih sedikit samar. Ya, silakan bersenang-senang mengatur konsep dan menghabiskan ide dalam imajimu…

Salam realistis dari gadis introvert

-Re-

Mei 2017

Sebuah “Gigitan” Kecil Kehidupan 🌱

Wah saya gak tau tuh. Gak mau tau juga, orangnya gak pernah keluar sih.

Mama malu sama tetangga. Dianggap kurang bersosialisasi.

Ah Kamu kenapa sih gak ada inisiatifnya!

Kamu kenapa sih males banget!

Kamu…

Kamu…

Kamu…

————————

Menerobos kemacetan yang sungguh luar biasa. Ya, hidup di zaman kaya gini rasanya harus punya tingkat kepekaan yang sangat tinggi.

Ya, ngerasa aja kalau manusia saat ini kok malah tambah manja ya? Butuh di sanjung dan diperhatikan? Ya, kadang saya juga seperti itu. Cuma kenapa ekspektasinya sangat besar?

Emang harus ya hidup melulu ikut gaya hidup orang lain? Kenapa sih jarang ada manusia yang coba memahami?

Emangnya jadi orang pendiem salah?

Emangnya jadi orang yang jarang sosialisasi di rumah salah?

Emangnya harus ya tunduk sama orang lain yang bukan keluarga kita?

———————

Siang ini, saya habis kena omelan juga kenapa tidak terketuk untuk mengunjungi makam bapak. Tidak hanya dari keluarga tapi dari tetangga sekitar.

Kenapa ya manusia sibuk mencari kesalahan orang lain?

SUDAHLAH. SAYA ITU MEMANG ANSOS.

Tapi, apa kalian peduli bahkan mengingat bagaimana saya dengan dunia saya sendiri membuat kisah romantis dengan alm. Bapak?

Lagipula jiwa yang sudah pergi bukannya lebih butuh doa? Kenapa kalian amat “ramai” membicarakan tradisi “kunjungan ke makam”. Sementara ada anak yang kau sepelekan sibuk membaca Yasin di kamar. Tanpa disuruh, saya juga akan berkunjung kok.

——————-

Ya, saya memang tidak terlalu mempedulikan sekitar. Menurut saya, kebahagiaan itu bukan karena akrab dengan keluarga atau tetangga.

Saya bahagia bermain dengan orang yang tidak saya kenal.

Saya bahagia berbicara dengan benda mati meskipun dianggap “gila” oleh manusia.

Saya bahagia bermain gadget seharian dan membaca jokes receh di sosmed.

Ayolah… Bahagia itu kita sendiri yang tau. Bahagia setiap manusia takarannya berbeda.

Tetaplah menjadi sinar untuk dirimu sendiri meskipun orang lain menganggapmu hanya sebagai anai berterbangan.

-Catatan Anak Introvert-

Mei 2017

Selamat Malam Setengah Pagi Alam Semesta 🌿

Seperti pagi menunggu sang fajar

Seperti gersang menunggu hujan

Rutinitas yang berulang dengan manusia dan waktu yang sama. Ya, memang lebih beruntung daripada tidak melakukan kegiatan apapun.

Tapi…

Sampai kapan seperti ini? Terkadang ingin berhenti mengayuh, tetapi di depan ada penumpang yang sangat butuh tumpangan.

***

Punya banyak mimpi membuat diri ini semakin tak terkendali. Kebiasaan tidak mencari seseorang sebagai wadah inspirasi membuatnya sering bertindak konyol bak pencuri di rumah sendiri.

Pernah mencoba mengungkapkan. Hanya sedikit yang sepaham. Sering ditertawakan, hanya karena ide yang menurutnya kurang brilian. Sering diremehkan, hanya karena almamater yang tak berkesan.

Sulit menggerakan hati manusia. Apalagi untuk melakukan kebaikan tanpa terkesan menggurui. Namun, masih ada orang baik yang menilai sesuatu dari segi positif dan akal sehat.

Belitong…

Entah berapa kali Kau kusebut dalam doa. Ingin rasanya singgah dan tinggal di sana. Bermain di laut dan mengajarkan para anak nelayan agar suka membaca.

Entahlah, mungkin itu hanya bualan. Berkunjung untuk liburanpun belum pernah.

Semua akan terealisasi. Lelah akan terbayarkan. Entah cita-cita yang tercapai atau segera menjadi mempelai.


Kaki yang sakit harus tetap memakai sepatu, maka akan terlihat indah meski merintih

Bagaimanapun kodisinya. Hidup harus tetap berjalan hidup :):)

-Bricks 301216-

Bermimpilah maka Tuhan akan Memeluk Mimpi Mimpi itu 🍃

Selamat pagi roti. Kamu eksis banget sih akhir-akhir ini diomongin terus. Hehe, tapi gimanapun Kamu. Aku tetep sukak. Apalagi rasa krim keju!!!!

***

Sosmed akhir-akhir ini sedang sendu ya. Sulit buat dinikmati. Lelah melihat manusia saling menjelekan manusia. Padahal kan mereka sama-sama hidup di bumi dan pastinya sama-sama penggemar tahu bulat. Wkwk skip 😂😂

Hidup menurut saya harus ada referensi sih. Entah itu quotes, seseorang atau kejadian. Kalo referensi andalan saya sih ada 3:

1. Manjadda wajadaa

Siapa yang bersungguh-sungguh, Dia akan berhasil. Ya bener sih, hidup itu kan sebab akibat. Kalau usaha kita keras, pasti hasilnya setimpal. Cuma emang kodrat manusia aja sih yang “agak” kurang sabar nunggu hasilnya 😂😂

2. Ud’uni Astajiblakum

Berdoalah Kamu, maka akan Allah kabulkan. Yap, Allah itu maha segalanya. Mulai dari harapan yang kecil sampai besar pasti bisa dikabulkan deh 😇😇

3. Bermimpilah maka Tuhan akan Memeluk Mimpi-Mimpi itu

Kayanya deskripsiin ini deh yang paling panjang. Gak tau kenapa suka banget sama quote Andrea Hirata yang satu ini. Efeknya luar biasa. Tergantung orangnya juga sih. Jika bertemu orang yang berpikir positif, maka akan mudah menyamakan persepsi untuk quote ini. Lain halnya dengan orang yang berpikir negatif.

Orang yang berpikir negatif bukan berarti mereka tidak bisa berpikir positif loh. Hanya saja mereka lebih sering menduga hal yang buruk terjadi ;);) Saya menganggap itu adalah warna. Kehidupan tidak akan seru jika semua orang bersikap baik bukan? ✌

Puluhan mimpi buruk pernah saya lalui. Tentang karir, materi, mental bahkan hati.

Berburu beasiswa sejak SD

Hidup tanpa ayah sejak SMP hingga SMA

Memperjuangkan ijazah SMA meski banyak tunggakan

Daftar kuliah secara sembunyi-sembunyi

Pergolakan batin, materi dan fisik dalam menempuh gelar sarjana

Hati yang retak seperti kacang kenari yang dikunyah tupai

Meskipun hanya permukaan. Saya yakin, bukan hanya saya yang pernah menderita. Semua orang pasti pernah mimpi buruk. Hanya saja proses setelah itu yang membedakan 😁😁

***

Mimpi adalah kunci. Bener kok ini, mimpi itu gratis. Ini juga bener. Nah, tapi tergantung orangnya. Ada yang males untuk mimpi lagi ada yang rajin buat mimpi terus. Untungnya saya selalu bertemu orang yang selalu mengajarkan saya terus bermimpi dan berusaha merealisasikan. Hap hap, meskipun sering dipatahkan oleh kalimat “Mimpi boleh, tapi kan harus realistis juga” 😭😭

Iya juga sih, tapi menurut saya semua kejutan dan keajaiban yang saya alami itu berawal dari mimpi. Emang sih banyak mimpi saya yang ketinggian 🔭

Bisa kuliah S2 di Monash

Bisa pergi ke Jerman

Bisa duduk di pelaminan bareng kabelang, eh (ini gak akan mungkin sangat-sangat ketinggian wkwk)

Tapi… tapi menurut saya sih dengan mimpi saya bisa ngebayangin itu terjadi. Saya sering anggep motor saya adalah pesawat dan ngebayangin seolah olah saya berangkat ke Jerman. Saya juga sering anggep hujan itu salju yang turun dari langit. Ya intinya mimpi itu buat saya efek yang sangat dasyat biar bikin orang ngomong sendiri dalam pikirannya “Gimana caranya pokonya gua harus kaya gini, harus kesini, harus kesitu, harus punya ini bla bla bla!”

Finally, mimpi itu membuat orang berpikir jauh ke depan secara luas. Mimpi memaksa otak manusia untuk berpikir cara merealisasikan. Mimpi membuat manusia jadi punya kerjaan. Hehe, seenggaknya kita hidup gak nganggur nganggur banget. Anggep aja mimpi adalah salah satu jobdesc manusia ehehe 😂😂

Mungkin kita memang harus turun dulu ke lembah yang curam dan merasakan sakitnya kerikil tajam untuk kemudian bertemu air terjun yang indah.

Jatuh sejatuh-jatuhnya bukan alasan untuk manusia tidak kembali bersemangat. Lagian jatuh tanpa bangun bukan sesuatu yang presisi wkwk 😂😂

Tapi… jika terlalu sering jatuh, mungkin kita aja yang salah karena cari air terjun yang terlalu jauh 😂😂

Demikian tulisan yang tidak berfaedah ini saya akhiri. Maklumin saja, saya bukanlah penulis dengan kosakata ekstrimis yang bisa mendapat share atau like dengan jumlah fantastis. Cmiw 😂😂😂

-Bricks 11122016-