Salam Rindu. Terima Kasih Tiga Pengantin yang Sulit Kusebut Namanya :)

Waktu berjalan begitu cepat. Belajarlah untuk mandiri dan berjuang sendiri karena waktu akan mengubah segalanya…

Ya, ketika keadaan sudah berubah, ketika keadaan sudah tak lagi sama, ketika manusia-manusia terdekat sudah memiliki hidup masing-masing. Dulu, mungkin saya bebas untuk “mengganggu” entah untuk meminta saran, entah untuk meminta bantuan, entah untuk sekadar merengek karena masalah yang gak karuan.

Mencoba menjadi terbuka adalah hal yang sangat sulit. Butuh waktu hingga 20 tahunan. Ya, tapi MEREKA mengubah pandangan itu. Bercerita itu memang bisa dibilang dibutuhkan, tetapi mungkin harus berhati-hati dalam memilih pendengar. Sayangnya, orang-orang yang memiliki kedewasaan dalam mendengar sudah memiliki “kehidupan lain”. Mereka sudah terikat dalam sebuah pernikahan dan saya harus menerima.

MEREKA… tidak hanya satu tetapi ada tiga. Sebelum menikah, mereka sangat terima jika harus “diganggu” bahkan hingga sekarang, tapi memang tidak sebrutal dulu hehe :p. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi mereka meresapi sampai terkadang ikut berapi-api. Mungkin handphone mereka penuh  rengekanku dulu. Mungkin mereka dulu sebetulnya kesal karena intensitas ceritaku yang begitu sering. Maklum, hanya mereka yang menurut saya pendapatnya out of the box. Mereka tidak memberi saran seperti orang kebanyakan. Mereka selalu melatih saya untuk selalu berpikir dan mencari ketenangan sendiri.

Ya, beruntunglah saya. Efeknya terasa hingga sekarang. Saya selalu berpikir sebelum cerita. Setidaknya mereka mengajarkan bahwa menilao diri sendiri lebih penting daripada menyalahkan orang lain. Setidaknya gambaran diri kita adalah perlakuan orang lain.

Bukan masalah orang lain tidak menganggap maksud baik Kita. Urusan Kita hanya terus berbuat baik kepada orang lain agar kebaikan dating dengan sendirinya 🙂

***

Pendewasaan diri, bertemu dengan mereka membuat saya semakin dewasa bahwa tidak selamanya seseorang akan terus menemani, mendengar, serta memberi saran. Setiap manusia memiliki hak untuk kehidupan masa depannya. Pernikahan mereka mengajarkan saya bahwa

Tidak perlu susah payah mencari pendukung untuk membenci orang yang juga Kita benci. Tidak perlu mempublikasikan orang atau masalah yang sedang kita tidak sukai. Namun teruslah introspeksi diri, karena kebaikan akan bertemu dengan kebaikan bagaimanapun caranya 🙂

Selamat pagi tiga pengantin. Terima kasih kalian telah memberikan banyak pelajaran. Terima kasih untuk 4 tahun ini kalian setia menjadi pendengar “rengekan” anak introvert ini. Terima kasih selama 4 tahun ini kalian rela “diganggu” oleh chat yang mungkin sekarang tidak ada gunanya. Terima kasih untuk saran kalian dari yang SATU PARAGRAF HINGGA HANYA SATU KATA hehe…

Sekarang, Saya sudah tumbuh sedikit dewasa dalam hal pemikiran berkat kalian. Saya juga sudah lebih bijak untuk tidak merengek lagi kepada kalian, karena Saya harus memikirkan sekarang kalian hidup bersama anak, suami dan istri. Mungkin jika kalian belum menikah hingga sekarang, Saya masih menjadi sosok yang manja, tukang mengeluh, bahkan pecinta putus asa…

I love us so much. Semoga kalian selalu menjadi keluarga yang diberi keberuntungan dunia dan akhirat. Tunggu Aku dengan cerita masa depanku dengan sosok yang baru. Tunggu Aku dengan kedewasaannku yang semakin terlatih tanpa kalian. Tunggu Aku menjadi anak yang lebih tangguh. uuuuhh yeeee :p

-Renita Yulistiana 05092016-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s