(Deskripsi) Lelaki Muda yang Biasa Kupanggil Adik 💗

Senyumnya harus dipancing
Tapi suka membuat tawa orang hingga bergeming

Pembawaannya dingin
Tapi jika sudah kenal akan menyejukkan seperti beringin

Bicaranya singkat
Namun siapa tahu hatinya semanis coklat

***
He is my boy. My Cowboy! Muhammad Rifai. Saudara inti satu-satunya yang tersisa. Mungkin ambu sudah lelah untuk melahirkan setelah dia hadir.

Anugerah… meskipun kadang menyebalkan, dia adalah sosok yang tampan. Meskipun masih belum mapan. Dia selalu berusaha menjadi yang terdepan.

Persaudaraan kami mungkin dibatasi oleh percakapan, pertemuan, dan keakraban.
Mungkin dalam sehari, kami hanya berdialog sekitar 3-5 menit.

“Mba udah gajian belum?”
“Mba beliin tas baru.”
“Mba kuota gua abis.”

Mungkin jika terlontar tiga pertanyaan itu, dialog kami akan memanjang hinga 20-30 menit bersamaan dengan nada bicara saya yang meninggi dan sedikit menelan ludah 😑

***
Saya membayangkan dia akan tumbuh sebagai anak rumahan yang selalu belajar belajar dan belajar. Ya setara lah sama daun “putri malu”.
TAPI…….

Akhir-akhir ini pemikirannya cukup liar dan visioner. Bahkan saya sempat terkejut ternyata dia sangat “aware” terhadap calon pasangan hidup saya (wkwk) tapi dia sangat sangat selektif dengan caranya.

Mba, pokonya kalo dia mau jadi suami lu. Dia harus bikinin gua cafe dulu atau modalin. Baru lu boleh nikah!

Rrrrrr…. mungkin bagi sebagian orang ini agak berlebihan atau gak logis, tapi faktanya itu cara dia tidak merestui 😂😂😂

Memang, dia selalu bercita-cita membuat cafe dengan menu variatif dan di dalamnya ada hiburan seperti stand up comedy sehingga dia bisa rutin latihan.
Ya, saya juga masih gak percaya kalo dia bisa ngelucu! Di dalam hati saya suka berkata, “Masa sih? Kayanya dia lebih introvert dari gua deh. Masa iya bisa ngelucu?”

Ya, tapi dia membuktikan ke kami dengan piala-pialanya…

image

image

Meskipun belum sebanyak komika lain…
Meskipun belum setenar komika lain…
I’m proud of you!!!
Saya gak sabar melihat dia tumbuh lebih besar, karena saya yakin visinya setinggi mercusuar. Keajaiban demi keajaiban selalu dia ciptakan. Meskipun kami hanya berperan sebagai penikmat amatiran.

Kami bukan saudara yang romantis
Selalu mengabadikan momen yang manis
Dengan kamera sambil berkata “cheese”

Kami hanyalah saudara yang berjarak
Dingin seperti arak
Bicara seperlunya atau teriak

Kami ibarat bintang ketika malam
Saling mendoakan dalam diam
Berusaha menjadi terang jika padam

Kami bagaikan merpati
Tak peduli harus bangun pagi
Asalkan ambu terjaga oleh kami

Doaku untukmu wahai adikku. Meskipun kita tidak berteman di sosial media manapun kecuali WA. Meskipun kita tidak pernah punya foto berdua. Meskipun kita gak pernah share pergi ke tempat kece berdua.
Finally, I found you!

Kikuk rasanya harus mendeskripsikan (mu) dengan beberapa ratus kata. Aku hanyalah kakak yang berusaha menjadi kakak. Suksesmu adalah kebanggaan untukku. Percayalah, Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu…

Salam sayang dari mba-mba introvert yang mencoba menjadi kakak yang romantis 👫

-Renita Yulistiana 22072016-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s