Pengobat Lara? Ya, Keluarga Inti (Tribute to Ambu) ;)

Manusia seringkali berada di titik terendah menurut persepsi masing-masing. Masa depan? Karir? Pendidikan? Asmara? Ya intinya ada titik dimana harapan manusia tidak sesuai kenyataan.

Merasa runtuh seruntuh-runtuhnya. Merasa tidak didengar oleh setiap pihak. Merasa tidak didukung atas semua alasan. Penerimaan dalam kekecewaan memang tidak bisa instan. Bahkan butuh beberapa waktu untuk meluapkan. Entah secara santun, diam, bahkan mengancam 😂😂

***
Keluarga… lebih tepatnya Keluarga Inti… ya sebuah perkumpulan manusia sedarah yang digariskan Tuhan tanpa bisa kita memilih. Sebuah perkumpulan manusia yang tanpa canggung melakukan aksi frontal. Entah itu ngupil, kentut, pakai baju seadanya, gak mandi seharian sampai ketombe bersarang, garuk-garuk pantat dan lainnya.

Yap, secerewet cerewetnya keluarga inti. Entah itu adik, ayah, ibu, kakak kayanya itu adalah cerewet yang sangat indah. Kenapa indah? IMHO… sedeket-deketnya seorang teman, gak ada loh yang teriak “Ya ampun perawan jam segini belom bangun? Mau jadi apa? Gimana nanti kalau punya suami? Kalo dapet suami kaya mah enak bisa sewa pembantu? Kalo pas pasan gimana?” Ahaha skip..

Atau teriakan kaya gini “Mbaaaa ganti gak tv nya, gua mau nonton Moto GP. Lu ngapain sih nonton sinetron mulu. Pantes hidup lu drama.” Wkwk 😑😑

Suka gak sadar sih sebenernya mereka adalah manusia manusia yang paling care sama hidup kita. Gimana enggak? Setiap hari tinggal serumah. Setiap hari mengulang kegiatan yang sama. At least meskipun terkadang waktu kita di luar lebih banyak. Cuma kayanya gak ada deh sedeket deketnya teman yang sepeduli keluarga inti.

Meskipun…
“Dinginnya” sikap keluarga inti ke kita
“Canggungnya” kita terbuka ke keluarga inti
“Gak lengkapnya” jumlah anggota keluarga inti

Kayanya cuma mereka kok yang masih mau terima kita dengan keadaan apapun 😎

Roy Martin karena kasus narkobanya?
Krisdayanti karena kasus perselingkuhannya?
Beberapa seleb muda karena kasus MBA-nya?

atau
Kegagalan seorang pelajar mendapatkan PTN?
Nasib mahasiswa yang sudah jadi sarjana namun pengangguran?
Nasib mahasiswa abadi karena skripsinya?
Suami yang di PHK perusahaan ketika istri hamil tua?
Ketidaksempurnaan fisik karena kecelakaan yang tak disengaja?

Jawabannya cuma satu. Keluarga inti yang selalu terima mereka dengan tangan terbuka dan tanpa (tapi)…

Kayanya wajar ya kalau keluarga inti itu emang pas banget buat pengobat lara. Tanpa pamrih
Dengan kasih
Tanpa perih
Dengan penuh gigih

image

Wajar juga lah ya kalau mereka itu BEST THING I EVER HAD. Meskipun gak “Full Team”. Aku sih yakin sebenernya bapak nyempil di antara kita. Hehe 😂;)

Terima kasih untuk segalanya
Terima kasih untuk dialog kecil yang selalu dibuat sebagai hiburan
Terima kasih untuk waktu bersama ketika makan di luar meskipun selalu absen “diabadikan”
Terima kasih selalu menjadi radar
Terima kasih selalu menjadi lampu ketika padam…

Selamat Ulang Tahun Ambu. We Love You 😘😘😘

Ttd

Anakmu Renita Yulistiana 02072016 :mrgreen:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s