Orang Gila Untuk Masa Depan :D

Berjalan di tepian sungai. Berdampingan mesra bersama bunga teratai. Mengambil mawar setangkai demi setangkai. Menyusuri ruas alam yang tak bisa digambarkan keindahannya…

Radar ini mulai rusak. Entahlah sulit dicari alasan mengapa ini rusak. Entah tersiram air sehingga menyebabkan dia konslet. Atau ada satu kabel yang terputus dari rangkaiannya. Yang jelas, sudah jarang notifikasi baik tertangkap di radar ini.

Hidup ini memang tinggal menjalani. Tapi untuk “menjadi peran” penjalan kehidupan itu sungguh tantangan. Usia remaja. Ya sudah saya katakan, saya sudahlah tidak kecil. Tapi saya juga belum terlalu besar. Ini tentang saya dalam sudut pandang orang pertama.

Berkumpul dalam kumpulan gadis seumuran. Membuat saya terkesima. Tak jarang kami punya kekhawatiran yang sama. Jodoh! Iya, satu kata tetapi membuat gelisah ratusan umat manusia. Hehe, tapi sungguh kami bukannya berputus asa atau terlalu fokus memikirkan hal itu. Kami hanya khawatir jika mendapatkan seseorang yang SALAH untuk menjadi suami dan ayah bagi anak-anak kami. Secara generalisasi itu yang kami cemaskan.

Kami semua memiliki pemahaman yang sama. Bahwa sesuai dengan firman Tuhan bahwa “Orang yang baik akan disandingkan dengan orang yang baik.
Saya rasa itu cukup menjawab semuanya. Tetapi entah kenapa logika saya bermain dalam hal ini. Saya penasaran, banyak orang yang saya anggap baik justru mendapat orang yang tidak baik. Oke, mungkin ada sebagian orang yang menilai saya dengan sinis. Tidak semua orang dari luar kelihatan baik toh? Tapi saya punya bukti otentik bahwa TIDAK SELAMANYA ORANG BAIK DISANDINGKAN DENGAN ORANG BAIK JUGA”
Ini tentang pernikahan seseorang yang selalu dipenuhi dengan cacian, kekerasan, air mata, walau saya tahu ada balutan sebuah kasih sayang walaupun hanya minoritas. Saya berpikir, mungkin Tuhan berencana lain. Tuhan menitipkan orang yang tidak baik kepada orang baik agar dia menjadi baik juga. Agar orang yang tidak baik tersadarkan sendiri bahwa dia dan anak-anaknya selamat berada di lindungan orang baik.

Saya salut dengan orang baik yang bertahan dengan orang yang tidak baik tanpa ada keluhan terucap di setiap hari bahkan sampai detik ini orang itu selalu tersenyum dan yakin jika suatu saat orang yang tidak baik mendapat hidayah menjadi orang yang baik.

Mungkin prolog ini terlalu basi. Saya juga punya pemahaman sendiri tentang hal ini. Kebetulan saya wanita, saya menilai ini dari segi wanita.

Susah kayanya nemuin pria yang ngeliat wanita dari hatinya. Realistis aja sih, zaman sekarang yang diliat itu BODY. Asal seorang wanita semok dan cantik, dia bakalan gampang dapet pria manapun.

Ini kan zaman edan. Wajah sama body yang pas-pasan cuma dapet jatah buat dihina dan dimainin aja. Kasarannya bisalah dijadiin CADANGAN daripada GAK SAMA SEKALI. *No offense* *In My Handsome Opinion* Hehe…

Terlihat seperti satir. Tapi It’s real. Saya memang belum banyak pengalaman. Tapi saya dapat melihat, memahami, dan merasakan hal itu sungguh nyata. Hanya petuah teman yang dapat mengontrol pandangan saya: “Emang sih sulit mencari orang baik sekarang, tapi bukan berarti gak ada loh.”

That’s true!! Ya sekarang hukum alam aja sih. Kalau kita baik sama alam. Alampun baik sama kita. Begitu juga manusia. Terus berbuat baik dan pantaskan diri maka spesies yang sejenis akan mendekat. Mihihi.
Jodoh itu gak akan tertukar. Hanya jalannya saja kita yang menentukan.

Tidak apa dianggap atau dinilai buruk oleh orang lain. Tapi jangan sampai dinilai buruk oleh ibu dan keluarga inti kita. Karena itu adalah “PATAH HATI” yang sangat terasa. -RY-

Sekarang saya hanya berharap dapat menyelesaikan studi dengan baik. Saya percaya bahwa kesuksesan dan pasangan akan datang di waktu yang tepat. Belum masanya untuk memikirkan jodoh terlalu jauh. Tapi saya berharap dapat menemukan seseorang yang dapat diajak berimajinasi.

Saya berharap bertemu seseorang yang mau diajak gila menjadi keluarga seperti kartun “ELIZA THORNBERRYS” yang asik hidup di dalam mobil yang dijadiin rumah. Bisa keliling Indonesia dengan bebas tanpa ada gangguan tetangga yang suka “berisik” minta oleh-oleh. Bisa baca novel sambil tiduran terus makan pisang goreng di atas bagasi mobil. Bisa main sama cengcorang kalo mobilnya lagi berhenti di kebun atau hutan.

Dan yang paling penting saya berharap ketemu seseorang yang gak melarang saya memakai sepatu SNEAKERS dalam kehidupan sehari-hari. Wahahahaha semoga masih ada orang gila kaya gini ♥♥

-Bricks 300814-
Renita Yulistiana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s