De Javu. It Means “Miaw”

Hening, hanya suara musik dari beberapa musisi yang menemani. Yap musisi sungguhan yang menurut saya menyuguhkan hidangan yang berkualitas. Bukan hidangan kacangan yang mengikuti kemauan pasar. Hehe, saya merasa belagu mengakui ini. Statement saya seolah saya adalah orang yang paling memiliki selera baik. Tidak apalah πŸ˜€

Terlintas di benak saya. Saya adalah kata ganti. Saya merujuk dalam sudut pandang yang berbeda dari segala arah. Sekali lagi saya tegaskan. Saya khawatir dewa Brazo menuduh ini cerita tentang saya dalam sudut pandang yang pertama.

Ketika hadir kebencian. Entah dari sisi kehidupan ataupun batiniyah. Seseorang bervariasi dalam mengatasinya.

*) Ada yang menanam kebencian itu sedalam mungkin. Ini mungkin orang yang sudah sangat sakit hati. Ini memang tidak baik (tapi apapun alasannya haruslah dihargai).

*) Ada yang mengikhlaskan kebencian itu tanpa membahasnya lagi (ini adalah tindakan terkeren).

Dari pengamatan saya bersama Hellena dan Broice menggunakan teropong kebatinan. Pada umumnya manusia akan Benci di awal, Mulai menerima, Lalu mulai memaafkan dan menghapus kebencian itu, Tapi suatu saat tidak menutup kemungkinan kebencian itu terngiang.”

Yap saya sedang mengalami itu. Sudah larut lama kesalahan itu tercipta. Bukan… bukan Dia atau Mereka yang salah. Ini adalah kesalahan bersama. Kesalahan Saya, Dia, Mereka, dan Kami. Menerbitkan peristiwa lalu untuk dijadikan sebuah pembahasan dalam obrolan setidaknya itu sangat menguras energi. Mulut memang semangat, tetapi batin sangat bekerja keras.

Teringat sebuah moment yang sampai kapanpun mungkin akan selalu teringat. Hanya saja semakin lama melewati hari saya semakin dapat menerima dan berdansa dengan lagu lagu ‘Broadway’ hehe πŸ˜€
Mainan lego dengan sosok wanita berkacamata rambut sebahu. Jaket yang tergantung di rumah perempuan lain. Kasur saya yang berantakan karena pecahan piring dan gelas kalian berdua semasa saya kelas 3 SD. Digendong dalam bungkusan air mata sang ibu untuk mengungsi di rumah nenek dan harus mengemas sendiri pakaian ke dalam tas ransel. Bahkan hingga saat ini ucapanmu yang terkadang membuat lapisan ozon semakin menipis. Membentuk bulan purnama yang sangat sempurna. Memberikan hujan di dalam rumah.
Kami tidak akan lupa. Kami berusaha banyak untukmu. Kami berusaha membalas ucapanmu dalam bungkusan kalimat humor dan berharap ada nada tawa terselip. Kami sudah bisa menerima sikapmu dan fisikmu.

Tetapi disaat yang bersamaan. Saya mendengar bahwa anak perempuannya mengalami “de javu” yang hampir mirip tetapi tidak sesadis film Evil Dead.
Mungkin ini kesimpulan semua.

Kelakuan Ayah adalah “Cerminan” atau “Balasan” untuk anak putrinya.

Mungkin kurang fair jika harus disebut balasan. Walaupun secara tidak langsung memanglah seperti itu. Hanya saja saya sungguh beruntung selalu berada dalam lingkup positif. Mungkin masih ada rasa marah terselip. Tetapi saya menyimpan itu hanya untuk diri sendiri. Saya hanya berpesan kepada kaum laki-laki yang nantinya akan menjadi seorang ayah.

Janganlah mempermainkan perempuan dengan ucapan atau tindakan apapun jika kalian tidak mau putri kalian kelak mengalami de javu.
Jika kalian sudah terlanjur. Maka berdoalah agar putri kalian nanti tidak bercerita kepada kalian tentang de javu yang dialaminya πŸ˜‰
-Based on the true story miw-

Sesungguhnya manusia semua terlahir baik. Hanya saja Tuhan membedakan cara dia menjadi pribadi yang semakin baik. Ada yang dibuat tersesat terlebih dahulu. Namun ada juga yang dijaga selalu dalam jalan-Nya. Semua sudah diatur. Skenario Tuhan selalu luar biasa baiknya. Semua manusia akan merasa sadar sendiri bahwa skenario Tuhan sangatlah keren. Hanya waktu yang membedakan.”

**) Tunggu saja, semua orang akan merasa hangat dalam dekapan-Nya seperti yang dialami Elsa dan Anna dalam mencairkan es di film Frozen. Semua manusia akan berdansa dan bahagia seperti kumpulan boneka Minnions πŸ™‚

-Bricks 230814-
Renita Yulistiana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s