Called ‘Friend(s)’ or Stranger (?)

I don’t know why. I’m getting forget. I’m getting lost so far away. You, you, and YOU. They’re treat me just like… ah sudahlah.

Sangat melelahkan. Sungguh sangat nyebelin. Ini tentang saya dan dunia saya. Rasanya ingin mengubah gaya untuk menulis. Berawal dari mengintip blog seorang teman dengan bahasa yang oke banget. Ilmiah? Bukan. Kosakata itu jarang saya dengar. Asik, berkualitas, dan kerennya membuat orang harus berpikir ribuan kali dulu baru bisa paham sama tulisannya.

Ini tentang manusia. Setiap manusia hakikatnya sama. Hidup untuk bernapas. Saya tak paham siapa yang mengawali dan mengelompokkan manusia-manusia ini dalam sebutan. Golongan yang hanya membuat pertengkaran dan rasa yang tak karuan.
-Keluarga
-Saudara
-Teman
-Musuh
-Kekasih
-Orang lain

Kadang saya suka benci dengan huruf. Hanya 26. Tapi dapat merangkai kata yang indah seperti taman Pleomus atau kata yang memuakkan seperti kentut Godzila. Mengkotak-kotakkan manusia dengan segala istilahnya. It’s trap!! Seandainya ini tidak terjadi, saya rasa dunia ini akan damai. Tidak akan berlarut dan tenggelam seperti perseteruan orang rakus yang sedang berlomba mendapat jabatan RI 1.

Tapi, sudah telat. Alphabet sudah turun. Bersamaan diikuti kata-kata yang penuh makna. Begitu juga saya yang hobi menulis. Harus berterima kasih kepada huruf. Tanpa huruf saya hanyalah buntalan. Tetapi karena huruf, saya dapat berimajinasi seperti Steven Tyler atau Tere Liye. Darwis Tere Liye yang membawa saya ke dalam imajinasi liar.

Saya jadi terpikir untuk menciptakan alat ‘Pendeteksi Teman Sesungguhnya’. Sebuah alat yang di desain kecil bahkan sangat kecil hingga bisa masuk ke dalam sebuah pil. Setelah ada yang meminum, pil itu langsung sinkron di sebuah aplikasi yang sudah terinstal dalam gadget saya. Setelah notifikasi berbunyi akan ada warning.

WARNING… THIS IS TRAP. NO… NO… SHE/HE IS NOT FRIEND. SHE/HE IS STRANGER. GONE… GONE…

ATAU
SHE/HE IS THE PEOPLE WHO YOU NEED. YOU MUST BE CALLED FRIEND. (Terus ada suara ketawa sama nyanyian Do you want to build a snowmannya Kristen Belt dkk)

Selayaknya kulit manggis yang ternyata berguna. Mungkin bisa ini terealisasi. Tabungan di celengan apel saya mungkin dapat membantu. Brace! Kulit manggis disamakan dengan project besar. Haha, sudahlah. Pengkotakan ini memang terjadi alamiah. Bukan, bukan karena Jokowi. Pengkotakan sudah ada dari dulu. Tidak usah melibatkan sebuah kata yang bermakna khusus untuk lelucon. Sudah bukan masanya. Hehe.

Kasar. Omongan kasar. Itu juga tercipta secara alamiah. Manusia bisa melakukan itu dengan sadar atau tanpa sadar karena tak bisa mengontrol emosi. Hah, saya juga benci. Kenapa harus ada emosi? Hanya membuat orang beraksi dalam sebuah kalimat caci. Tapi tapi semua manusia punya hak untuk mengatakan kalimat kasar. Waktu dan situasi sudah dirancang. Tinggal memilih kapan, dimana, kenapa, dan untuk siapa mengatakan itu.

Baiklah, saya akan memakai hak itu sekarang :p

Bahwasanya, semua manusia adalah BAJINGAN. Berlaku manis dan pahit yang di skema dengan mulus. Jika ingin mencapai sesuatu, manusia terlihat seperti Mr.Jordy dalam film The Hunting of Connecticut. Tapi jika sudah selesai bersikap seperti orang tidak kenal seperti dewa Poseidon.

BAJINGAN dalam kurun waktu yang sudah ditentukan. Termasuk saya. Saya juga seorang BAJINGAN. Tapi saya memilih klasifikasi pengkotakan. Tentunya teman bukannlah sasaran saya untuk saya jadikan korban BAJINGAN saya. Masih banyak jenis lain yang dapat saya jadikan korban.

Semua manusia tidak ada yang bisa dipercaya. Nyalakan radar, maka kalian akan tau mana orang yang baik atau tidak. Sesungguhnya akan ada Neptunus yang dulu menemani Kugy untuk menemukan Keenan yang akan mendampingimu  🙂

-Bricks 160814-
Renita Yulistiana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s