Phobos dan Deimos Tidaklah Mati Suri :D

Apa cinta harus sesakit ini? Apa cinta harus sepahit ini? Hal yang seharusnya indah harus terus menerus terkikis oleh sebuah kesedihan dan air mata? Apakah harus merelakan seseorang yang kita sayang demi orang lain… Mungkin tepatnya merelakan orang yang belum baik untuk orang lain agar dia menjadi baik πŸ™‚

Lamunan Khadra semakin nyata. Dia menatap layar laptop sambil terus mengetik kata demi kata. Khadra adalah wanita yang sangat baik ciptaan Tuhan yang maha kuasa. Dia selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik dari segala aspek. Pendidikan, pekerjaan, persahabatan, dan percintaan. Sudah setahun lebih Khadra merasakan cinta yang amat sangat dalam. Anugerah makhluk yang ditakdirkan sementara untuknya. Berharap menjadi takdir selamanya. Awalnya memang mudah karena Khadra mendapat restu dari orang terkasih. Seorang kakak yang sudah dianggap kakak sesungguhnya oleh Khadra. Tapi berjalannya waktu, Khadra merasa bersalah. Khadra selalu merasa mengecewakan seorang kakak.

Dia adalah kakak yang cantik. Sosok yang ramah dan baik. Sosok yang sangat perhatian terhadap pasangan Khadra. Mereka memang sangat dekat. Kadang hal itu membuat Khadra menjadi iri, tapi Khadra menyadari tak seharusnya ia iri. Karena memang Khadra tidak bisa membuat pasangannya nyaman seperti sosok itu. Sosok itu masuk lebih dulu dalam kehidupannya. Khadra selalu berdoa jika memang mereka berjodoh, Khadra ikhlas untuk melepasnya. Melepas seseorang yang pertama membuka hatinya. Seseorang yang selalu memberi pujian kepadanya. Dia adalah pasangan yang sangat luar biasa.

Tapi terkadang ada sesuatu hal yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Hinaan, pendustaan, bahkan merendahkan harga diri sangatlah sulit untuk dilupakan oleh Khadra. Semua pergolakan batin diolah dengan baik oleh Khadra hingga akhirnya Khadra menyerah. Makin kelamaan semakin banyak kesalahpahaman yang terjadi. Khadra tak mengerti mengapa semua menjadi terlalu dramatisasi. Mungkin karena Khadra merasa bersalah dan tak mau menyakiti hati sang bidadari dan pasangannya. Khadra selalu berusaha sebisa mungkin tidak menyakiti hati sosok itu. Bahkan untuk menceritakan pasangannya di depan umum sering Khadra sembunyikan serapat-rapatnya karena menjaga perasaan sosok itu.

Khadra adalah wanita. Khadra sangat mengerti perasaannya. Khadra memang belum bisa menjadi sosok yang baik bagi pasangannya. Khadra memang belum terlalu gigih untuk memperjuangkan cinta pasangannya. Khadra memang belum sanggup memberi rasa nyaman seperti sosok itu. Bahkan memberi rasa amanpun tidak.

“Wajah Khadra memang tidak pantas untuk dibanggakan seperti wanita-wanita sebelumnya yang masuk ke hidup pasangan Khadra. Tetapi Khadra sangat berterima kasih, bahwa pasangannya sudah mengajarkan Khadra soal selera.” πŸ™‚

Tetapi Tuhan berencana lain, dia memberikan petunjuk bahwa memang hal yang belum baik haruslah dilepaskan. Khadra mungkin sulit untuk mendeskripsikan. Angan-angan Khadra seakan sirna diterjang ombak di lautan. Namun, Khadra menatap jauh kedepan. Karena dia bersyukur inilah pelajaran.

Pelajaran bahwa ketulusan tidak selalu dibalas sama. Ada harga senilai sakit hati atas penghinaan atau pengkhianatan.

Mungkin ini adalah kisah yang sangat berwarna dalam hidup Khadra. Beruntung kisahnya belum sesakit ibu dan sahabat-sahabatnya. Beruntung masih ada bundadari pelindung yang menemani Khadra.

Khadra memang bodoh terlalu lama, tetapi Khadra bersyukur dia disadarkan sekarang. Karena setidaknya Khadra tidak bodoh lebih lama lagi.

Terima kasih kalian telah masuk ke dalam hidup Khadra. Khadra yakin Allah menurunkan kalian untuk membuat Khadra menjadi orang yang lebih berlapang dada. Khadra memang bukan takdir selamanya untuk pasangannya, Khadra menyerah untuk selamanya tetapi Khadra selalu berdoa agar mereka memaafkan kesalahan Khadra dan berharap agar Khadra bisa menjadi tamu yang baik dalam pesta pelaminannya. Semoga Allah menjaga hati kalian πŸ™‚

-Bricks 280614-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s