Pahamku.. Pahamku.. Pahammu Segala-Nya

Saya adalah orang yang paling jahat membuat statement ini. Tapi saya hanya ingin menulis apa yang saya rasakan…

Semakin besar usia seseorang, maka dia akan semakin banyak merasakan stres berlebih. Entah itu dalam hal apapun. Kayanya semakin nambah umur ada aja tuh masalah dan gak pernah selesai sampe kita mati. Dulu pas masih bayi baru lahir, kita cuma punya masalah laper sama buang air. Udah itu doang, gedean dikit masalah semakin banyak dan mengharuskan kita buat berpikir.

Entahlah, mungkin udah hukum alam dan kodrat kita sebagai manusia. Kalo alur hidup kita itu.

Lahir –> Masalah dateng level 1 –> Cari jalan keluar –> Masalah dateng lagi level 2 dan seterusnya –> Cari jalan keluar lagi –> Masalah dateng lagi level akhir –> Meninggal

***

Disini saya mau membahas tentang masalah pacaran. Ya, sebuah hubungan yang menurut orang biasa wajar tetapi dalam kelompok sebagian orang itu adalah hal yang sangat terlarang. Saya adalah mantan ketua rohis dulu waktu SMA. Tentu saya paham untuk masalah ini. Bahwa Islam tidak pernah mengajarkan tentang pacaran. Di dalam islam hanya ada istilah Ta’aruf.

Konsep Ta’aruf sangat luar biasa. Menggunakan mentor sebagai perantara dan sebuah foto juga restu orang tua. Proses itu dilakukan untuk menyiapkan pasangan tersebut ke jenjang pernikahan agar hubungan mereka dihalalkan. Jujur, saya dulu adalah orang yang sangat menganut paham Ta’aruf. Karena saya belum mengerti rasa cinta yang sesungguhnya.

Mungkin bullshit jika saya tak mengerti cinta. Jatuh cinta pasti dirasakan semua orang. Jatuh cinta pasti membuat kita terenyuh. Mungkin memang berbeda-beda cara orang mendefinisikan rasa cinta itu. Ada cinta kepada Allah, cinta kepada orang tua, dan cinta kepada sahabat dan lainnya. Tetapi ada sebuah cinta yang terlarang, yaitu cinta kepada lawan jenis. Dan saya sudah terperangkap kedalamnya.

Oke, mungkin saya sudah salah banget dan salah haluan. Tapi entah mengapa saya selalu mencari pembelaan dari observasi sekitar. Saya tau saya “SALAH” sekali lagi saya tau saya “SALAH” tetapi dalam benak saya sepertinya tidak ada di dunia ini orang yang tidak bisa merasakan jatuh cinta. Oke, memang jatuh cinta itu lumrah tetapi pacaran itu yang murah. Dari dulu saya gak pernah yakin setiap orang pasti pernah merasakan:

  • Senyum-senyum sendiri ketika ada lawan jenis yang sms kata pujian atau sekadar tanya kabar.
  • Suka atau kagum sama lawan jenis. Walaupun dia gak pernah bilang siapa-siapa.
  • Selalu terbayang atau menunggu hari sekolah, kuliah, kerja untuk bisa bertemu lawan jenis yang menjadi incaran.

LALU? Saya tertekan jika berada di forum yang “Kontra” entah kenapa saya seakan sulit untuk masuk kedalam dialog pembicaraan mereka walaupun dulu saya adalah kelompok yang “Kontra” soal pacaran. Sekarang saya sudah “Pro” jujur saya sangat merasa nyaman ketika berada di dalam lingkungan yang “Pro” juga.

***

Saya tau apapun alasan saya. Saya akan selalu dianggap “SALAH” oleh Allah dan Kalian. Tapi apakah kalian pernah terjebak situasi yang membuat hati kalian gembira? Apakah kalian pernah merasakan ada orang yang sangat ingin dilihat pengorbanannya demi mendapatkan hati kalian? Apakah kalian pernah merasakan ada orang yang setiap hari menanyakan kabar dan khawatir terhadap kalian? Saya rasa kurang fair.

Kenapa kalian tidak protes kepada seorang ikhwan yang mendekatkan akhwat lewat sms? Kita tidak akan pernah tahu dan kita juga tidak bisa protes. Apakah sah jika dua itu yang melakukannya? Jadi, pacaran lebih hina daripada menyimpan perasaan diam-diam tetapi dengan komunikasi sering?

Saya bukanlah manusia suci. Mustahil rasanya jika saya harus langsung menikah tanpa ada proses apapun. Saya terlalu nakal, dalam hal pakaian-pun saya tidak menggunakan hijab yang sesuai perintah-Nya. Saya hanya manusia biasa, pacaran adalah salah satu proses ke jenjang berikutnya. Sungguh, saya belum sanggup untuk melakukan konsep Ta’aruf apalagi latar belakang keluarga saya yang sangat kurang paham dalam hal agama.

***

Terlalu banyak jika dijabarkan. Sangat sulit untuk merangkai kata sebuah penggambaran. Kalian akan merasakannya. Beruntunglah kalian yang masih tetap berjalan sesuai akidah-Nya. Beruntunglah kalian yang selalu berada di lingkaran Firdaus. Beruntunglah kalian yang selalu berlaku sopan sesuai syariat-Nya. Kita semua akan merasakan hanya saja jalan kita berbeda dalam menemukan pasangan. Sungguh saya tidak menyesal merasakan hal ini. Memang terkadang saya malu dengan Allah. Kadang saya bertanya, masihkah saya diakui sebagai hamba-Nya? Masihkah doa saya didengar oleh-Nya?

***

Saya tahu, saya sudah hina. Mungkin menurut sebagian orang ini adalah hal yang berlebihan. Tetapi jika kalian ……. ah sudahlah. Saya merasa beruntung ada seseorang yang menganggap saya spesial. Saya merasa beruntung hidup di dunia ini berdampingan dengan warna yang berbeda. Saya hanya mencari keadilan di tengah-tengah. Keadilan itu telah saya dapatkan dari diri saya sendiri. Lebih bijak menempatkan posisi dan tetap bertakwa kepada-Nya walaupun hanya ibadah saya yang dinilai.

Saya percaya, di hari kiamat nanti akan ada kebaikan saya yang dinilai oleh Allah walaupun kehidupan saya sebagian sudah melenceng dari akidah-Nya. Berta’aruflah jika kalian masih diberikan usia. Sesungguhnya Allah lebih suka itu. Terima kasih Allah atas karunia-Mu, perasaan dan ilmu yang KAU berikan 🙂

-Bricks 240214-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s