Bagai Mimpi. Tapi Ini Nyata… (Zonk)

Pagi ini sungguh kelabu. Masa depan seakan menyempit seperti lubang bilah bambu. Hanya dapat terdiam dan terpaku menunggu waktu…

481345_467762969918816_1567927762_n

Yap, itu adalah penggalan status FB saya tadi pagi. Mungkin dapat diibaratkan seperti curhat colongan, meskipun ada intermezo di belakang kalimat. Sebenarnya, saya sudah lama mendengar rumor ini. Bahkan saya orang yang dipercaya oleh ketua tim untuk mendengarkan keluh kesah beliau. Tetapi sungguh, saya tak membayangkan akan secepat ini. Tetapi sebuah keputusan haruslah diterima. Ini seperti mimpi, tapi ini nyata………..

Dalam hidup ini,

  • terkadang sesuatu yang baik tidak selalu dianggap baik.
  • Sesuatu yang benar, ada juga yang menganggap salah.
  • Bagi saya hal itu besar, tapi bagi mereka hanya sebatas ampas belaka.
  • Menurut saya itu bagus, tapi ada kelompok yang mengatakan itu buruk.

Banyak hal lain yang mengundang orang lain untuk lebih jago berkomentar dibanding berpikir dan melakukan. Banyak orang yang terlalu peduli dengan hidup saya sehingga saya melupakan hati nurani.

Sudah terlalu banyak saya mendengar bualan orang-orang yang mungkin lebih payah mentalnya dibanding saya. Saya harus bertahan, mengabaikan omongan makhluk astral. Terlalu banyak spekulasi yang mereka buat. Membuat saya tertular penyakit itu untuk menilai pribadi orang lain.

Sudah cukup, saya tidak mau menjadi keledai yang di tunggangi oleh penguasa yang nafsu akan keserakahan. Masa depan saya bergantung di hari ini. Seketika hati nurani ini terus beradu dengan racun dalam pikiran. Memang, saya belum lama mengabdi untuk perusahaan ini. Saya sangat terima kasih untuk perusahaan ini yang sudah menerima saya apa adanya dan uang yang saya peroleh dapat mengantarkan saya hingga saya menjalani kuliah semester 5.

Banyak jasa-jasa yang ditorehkan dari perusahaan ini ke dalam hidup saya. Tetapi jujur, sudah mual saya menerima pendapat yang skeptis dan tidak logis. Sungguh, jika saya salah satu anggota The Avengers saya akan menggunakan kekuatan saya untuk meng-enyahkan orang-orang yang egois di perusahaan ini.

Memang, saya anak baru. Tapi 2 tahun cukup rasanya untuk menjadi detektif freelance bagi perusahaan ini. Saya melihat betul kesejahteraan karyawan yang sangat semena-mena. Apa petinggi itu tidak pernah memikirkan sedikitpun nasib mereka? Saya hanya berdoa setiap hari dan berharap, luruskanlah syaraf otak BOS YANG TERHORMAT itu sehingga tidak harus terjadi (perceraian) hingga yang keempat. Berkahilah rezeki yang dia terima selama ini. Berikanlah ia kesadaran agar tidak memonopoli dan memperbudak karyawan demi hidupnya.

Mungkin saya sangat lancang. Tapi itu yang saya rasakan. Perpisahan itu memang sulit, beradaptasi di tempat yang baru memang tidak mudah. Tapi pilihan itu memang memaksa kita untuk mengambil tindakan. Tetap BERTAHAN tapi melakukan setengah hati? atau BERGERAK tapi melakukan bersama orang yang kita sayang dan merintis karir dari awal?

Saya mohon berikanlah pencerahan yang baik untuk pilihan ini. Saya hanya ingin kuliah saya tidak istirahat karena imbas dari hari ini. Cepat atau lambat (Januari 2014) saya memang harus pergi dari tempat yang TIDAK SEHAT ini.

Cukup masa lalu saya yang keruh, tapi jangan masa depan saya. Hanya itu yang dapat saya gantungkan kepadaMu ya Allah.

Kuatkan hati ini, izinkan saya meneruskan kuliah hingga wisuda dengan uang saya sendiri. Izinkan saya pamer gelar sarjana kepada ibu saya sebelum dia atau saya pergi meninggalkan dunia ini. Tetapi apapun ujian yang Allah berikan.Saya berterimakasih. Karena saya menjadi HEBAT karena UJIAN dan COBAANMU yang sangat keren dan membuat saya lebih imajinatif menantang hidup ini :”)

-bricks 03102013-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s