Karunia-Mu Sungguh Besar :D

Melalui hari hingga hari ini. Sulit rasanya menerawang jauh angan-angan yang lebih indah dari sekarang. Hanya dapat menyendiri, memahami, dan menerima semua ini. Sudah terlalu jauh, rasa ini ku ikhlaskan kepadanya bukan kepada-NYA. Ya, memang salah. Seharusnya aku tidak menyerahkan hati ini seutuhnya secepat ini. Sekarang aku tau bagaimana rasanya sakit hati. Aku tau bagaimana rasanya semua ini. Tapi aku hanya dapat menjalani. Menjalani peran ini. Hehe…

Jumat, 27 September 2013.

Hari ini kami memakai baju formal. Ya mata kuliah pertama mengharuskan kami memakai baju formal. Dia memakai baju batik bercorak dengan perpaduan warna ungu dan biru pudar. Saya memakai kemeja berwarna krem dan rok cokelat muda. Wah entah kebetulan atau memang mereka jodoh, baju dia dengan warna kerudung(nya) ada kemiripan warna. Sepertinya mereka memang sehati. Entah saya selalu berpatokan dengan alam. Karena alam selalu memberi reaksi yang benar.

Malam ini kami duduk terpisah. Dia di sisi kana, saya di sisi kiri dari pintu masuk. Dia terlihat sangat nyaman duduk disana. Bahkan dia tak sadar ketika saya masuk memasuki kelas. Mungkin karena duduk dekat dengan bidadari. Hehe…

Saya perhatikan selama perkuliahan berlangsung. Matanya selalu terpaku kepadanya hingga pergantian mata kuliah. Saya tunggu, belum sekalipun dia menoleh ke arah saya. Mungkin lehernya sedang sakit. Hihi.

Mata kuliah kedua. Dia pindah tempat duduk ke paling belakang. Saya kurang bisa melihatnya. Karena terlalu jauh saya harus menoleh. Selama mata kuliah itu saya fokus pada materi dosen. Hingga mata kuliah selesai.

Selesai perkuliahan, saya diantar olehnya ke stasiun Manggarai. Karena malam itu saya punya janji dengan teman untuk bermalam di kosannya mendampingi mengerjakan tugas kelompok.

Apapun spekulasi saya hari ini, saya tetap menyayangi dia hingga saat ini.

Sabtu, 28 September 2013

Hari ini saya dijemput olehnya di stasiun Manggarai. Karena memang motor saya dibawa olehnya. Saya menikmati waktu itu. Ketika saya memberi suapan roti kepadanya. Ketika saya memberi air minum untuknya. Saya sangat menikmati ketulusan dan kebersamaan itu.

Sore hari ketika saya sampai di rumah. Saya sangat sedih. Dia membatalkan kembali janji yang sudah ia buat. Saya terima alasannya. Saya sama sekali tidak ada rasa dendam ataupun marah. Saya hanya kecewa, apa saya sangat tidak penting di matanya sehingga ia selalu mengulangi kesalahan yang sama?

Saya juga harus menerima kabar buruk untuk kehidupan saya. Terimakasih Allah untuk anugerah di hari ini. Saya sangat senang engkau mempercayai saya untuk menyelesaikan urusan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s